Selasa, 29 Mei 2012

Stuktur Organisasi (Ilmu Manajemen)

Stuktur Organisasi pada dasarnya merupakan desain organisasi dimana manajer melakukan alokasi sumber daya organisasi, terutama yang terkait dengan pembagian kerja dan sumber daya yang dimiliki organisasi, serta bagaimana keseluruhan kerja tersebut dapat dikordinasikan dan dikomunikasikan.

Contoh bagan stuktur organisasi











Empat Pilar Pengorganisasian (Four Building Blocks of Organizing)
Ø  Pilar Pertama : pembagian kerja (division of work)
Pembagian Kerja adalah Upaya untuk menyederhanakan dari keseluruhan kegiatan dan pekerjaan (yang telah disusun dalam proses perencanaan)  --yang mungkin saja bersifat kompleks—menjadi lebih sederhana dan spesifik dimana setiap orang akan ditempatkan dan ditugaskan untuk setiap kegiatan yang sederhana dan spesifik tersebut. Kadangkala Pembagian Kerja dinamakan dengan Pembagian Tenaga Kerja, namun lebih sering digunakan Pembagian Kerja karena yang dibagi-bagi adalah pekerjaannya, bukan orangnya. Contoh dari Pembagian Kerja misalnya Pembagian Kerja dalam Bisnis Restoran, pembagian kerja dapat berupa pembagian kerja untuk bagian dapur, pelayanan pelanggan di meja makan, kasir, dan lain sebagainya.
Ø  Pilar Kedua : Pengelompokan Pekerjaan (Departmentalization)
Setelah pekerjaan dispesifikkan, maka kemudian pekerjaan-pekerjaan tersebut dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu yang sejenis Pengelompokan Pekerjaan atau Departementalisasi pada dasarnya adalah Proses pengelompokkan dan penamaan bagian atau kelompok pekerjaan berdasarkan kriteria tertentu. Sebagai contoh, untuk bisnis restoran :  pencatatan menu, pemberitahuan menu kepada bagian dapur, hingga pengiriman makanan dari bagian dapur kepada pelanggan di meja makan dapat dikelompokkan menjadi satu departemen tertentu, katakanlah bagian Pelayan.
Ø  Pilar Ketiga : penentuan relasi antar bagian dalam organisasi (hierarchy)
Hierarcy adalah Proses penentuan relasi antar bagian dalam organisasi, baik secara vertikal maupun secara horisontal.
Terdapat 2 konsep penting dalam Hierarcy, yaitu :
         Span of management control atau span of control
Span of management control terkait dengan jumlah orang atau bagian di bawah suatu departemen yang akan bertanggung jawab kepada departemen atau bagian tertentu
         Chain of Command
Chain of command juga menunjukkan garis perintah dalam sebuah organisasi dari hirarki yang paling tinggi misalnya hingga hirarki yang paling rendah. chain of command juga menjelaskan bagaimana batasan kewenangan dibuat dan siapa dan bagian mana akan melapor ke bagian mana.
Jenis-jenis hierarcy



Ø  Pilar Keempat : penentuan mekanisme untuk mengintegrasikan aktifitas antar bagian dalam organisasi atau koordinasi (coordination)
Koordinasi adalah proses dalam mengintegrasikan seluruh aktifitas dari berbagai departemen atau bagian dalam organisasi agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif.

Faktor-faktor yang memengaruhi Struktur Organisasi
         Strategi Organisasi
         Skala Organisasi
         Teknologi
         Lingkungan

Beberapa pendekatan dalam Departementalisasi
Departementalisasi berdasarkan Fungsi

Departementalisasi berdasarkan Produk




            Departementalisasi berdasarkan Pelanggan



            Departementalisasi berdasarkan Geografis


            Departementalisasi berdasarkan Matriks










Meraih bahagia yang sesungguhnya


1. Kenali emosi=emosi di dalam diri sendiri
Usahakan mengenali sebanyak mungkin jenis emosidi di dalam diri kita. Kemudian coba kenali tanda-tandanya bila kita sedang mengalaminya, misalnya emosi senang, bahagia, marah, kecewa, sedih, curiga. Semakin banyak jenis emosi kita sendiri yang kita kenali, akan semakin membantu kita mengelolanya.

2. Kenali kekuatan dan keterbatasan diri kita
Mungkin pengaruh budaya timur yang mengajarkan agar kita rendah hati, membuat kita tidak berani mengemukakan kelebihan atau kekuatan diri. Kadang malah membuat kita rendah diri, bukan lagi rendah hati. Kita hanya terfokus pada keterbatasan dan kekurangan kita, tanpa mencoba melihat kelebihan dan kekurangan diri kita. Kita enggan mengakui kekuatan-kekuatan kita sendiri, karena takut dianggap sombong. Sebenarnya, yang terpenting adalah keseimbangan dalam melihat dan menerika diri kita, bahwa selain keterbatasan pastilah kita punya kekuatan atau kelebihan.

3. Kenali hal-hal yang kita sukai dan tidak kita sukai
Hal-hal yang kita sukai dapat membantu untuk mengembangkan minat kita, sedangkan yang tidak kita sukai dapat membantu kita menghindari ketidaknyamanan yang mungkin timbul yang pada akhirnya menyebabkan ketidakbahagiaan.

4. Kembangkan keyakinan akan kemampuan diri sendiri
Dengan memiliki kemampuan kita, kita bisa mengembangkan sikap menghargai diri sendiri, yang juga sangat penting untuk mencapai hidup bahagia.

5. Latihlah dan pertajam intuisi
Intuisi atau suara hati dapat menjadi alat bantu kita bila kita berada dalam situasi tidak menentu, sehingga kita dapat mengambil keputusan yang tepat. Dengan pengenalan diri yang baik, maka intuisi dapat berkembang baik pula.
Self-management (kemampuan mengelola keadaan dalam diri serta mengolah sumber daya sendiri). Setelah mengenal siapa diri kita, kita perlu mempersenjatai diri dengan manajemen diri yang baik.

6. Kelola emosi
Hal lain yang mempermudah kita meraih hidup bahagia adalah kemampuan mengelola emosi di dalam diri kita, termasuk emosi negatif dan dorongan negatif. Marah, misalnya, termasuk salah satu emosi yang kita miliki, yang sampai batas tertentu adalah positif. Tetapi bila dilepaskan di sembarang tempat dan waktu, tentu akan berakibat negatid buat diri kita. Di sinilah pentingnya kemampuan mengelola emosi.

7. Jaga norma-norma kejujuran dan integritas
Kita akan bahagia bila bisa jujur pada diri sendiri dan orang lain. Dengan mampu tampil apa adanya, akan lebih mudah bagi kita untuk merasa bahagia, karena kita tidak harus berpura-pura di hadapan orang lain.

8. Bertanggung jawab atas kinerja pribadi
Sikap sebagai pribadi yang bertanggungjawab akan menjadikan kita sosok yang dapat diandalkan, yang membuat orang lain memberikan respek atau penghargaan. Hal ini tentu membanggakan dan membahagiakan.

9. Bersikaplah luwes terhadap perubahan
Kalau kita sudah mengenali diri sendiri dan mampu mengelolanya, tentunya sikap luwes akan terpancar dari dalam diri kita. Keluwesan beradaptasi terhadap segala perubahan akan membawa kita kepada pergaulan yang menyenangkan, sehingga kita bisa diterima di banyak kalangan dalam masyarakat.

10. Bersikaplah terbuka
Terhadap ide-ide serta informasi baru. Dengan bersikap terbuka, kita dapat senantiasa mengikuti perkembangan zaman. Kondisi ini jelas akan membuat kita merasa bahagia berada di tengah orang-orang yang mengikuti perkembangan zaman.
Motivation (dorongan dari dalam diri pribadi). Bermanfaat untuk memandu kita mencapai sasaran atau tujuan.

11. Hidupkan dorongan untuk menjadi lebih baik
Dorongan untuk senantiasa menjadi lebih baik daripada sebelumnya akan dapat menjadikan kita terus bergerak dan berkarya. Dengan demikian, hidup kita akan lebih berwarna, tidak monoton dan membosankan.

12. Tumbuhkan dorongan
Untuk menyesuaikan diri dengan orang lainatau kelompok. Dorongan ini akan membantu kita menghadapi orang lain atau kelompok dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Di sini diperlukan kemampuan khusus yaitu bagaimana kita bisa mengelola diri untuk bisa menyesuaikan diri dengan keinginan tanpa kehilangan jati diri.

13. Ingatlah, kesempatan tidak datang dua kali
Dengan memiliki dorongan dalam diri kita, kita senantias mempunyai kesiapan untuk memanfaatkan setiap kesempatan. Hal ini berguna untuk melatih kepekaan terhadap datangnya setiap kesempatan yang tidak akan berulang. Sehingga tidak akan timbul kekecewaan yang dapat menghambat tercapainya hidup bahagia.

14. Miliki kegigihan dalam mengalahkan hambatan
Dengan memiliki kegigihan hambatan tidak akan dipandang hanya sebagai hambatan. Namun kita melihatnya sebagai tantangan, sehingga akan kita perjuangkan seoptimal mungkin dengan perasaan sukacita.

15. Pupuklah kemampuan untuk bangkit
Tidak semua usaha mendatangkan kebahagiaan. Namun bila dorongan di dalam diri berkembang optimal, maka kita akan mampu senantiasa bangkit dari kegagalan, mampu melihat hambatan sebagai tantangan dan harus terus berjuang dalam usaha meraih kebahagiaan.
Empathy (kesadaran akan perasaan, kepentingan dan keprihatinan orang lain). Setelah kita mengenali diri kita. untuk mencapai kebahagiaan kemampuan mengenali orang lain.

16. Berjuanglah memahami orang lain
Untuk mencapai kebahagiaan kita perlu mengembangkan sikap toleransi. Salah satunya adalah memehami orang lain. Jangan kita memaksa orang lain memahami diri kita, sedangkan kita enggan memahami orang lain.

17. Ikutlah berperan serta membangun orang lain.
Hal ini meliputi memberi nasihat, bantuan, bimbingan, dan pelatihan yang diperlukan orang lain. Dengan membangun orang-orang yang berhasildan berprestasi dalam hidupnya dan ini tentu menimbulkan rasa bahagia.

18. Terbuka untuk melayani orang lain
Melayani berarti memiliki kasih dan perhatian terhadap orang-orang yang kita layani. Kasih itu terwujud dalam bentuk kepedulian akan kebutuhan, kepentingan, impian, dan harapan orang lain. Dengan melayani, kita merasa bahagia, karena munculnya kesadaran akan rahmat Tuhan di dalam hidup kita.

19. Asahlah empati
Kita dapat melakukannya antara lain dengan cara menciptakan kesempatan-kesempatan melalui pergaulan dengan berbagai macam orang. Dengan tidak membatasi diri dalam bergaul, maka kemampuan berempati akan semakin cepat berkembang, dan ini akan mendatangkan kebahagiaan karena keberhasilan di dalam pergaulan.

20. Berusaha memahami keterikatan emosional dalam suatu kelompok.
Dengan memahami hal ini, kita lebih bisa menempatkan diri dalam suatu kelompok, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. bahkan mungkin kita bisa bertindak sebagai penengah di antara dua pihal yang sedang berselisih paham. Tentulah pengalaman menghadirkan kedamaian ini akan mendamaikan hati kita dan membawa kebahagiaan.
Social skills (keterampilan bersosialisasi). Ketrampilan sosial ini mencakup pula kemahiran menggugah tanggapan yang dikehendaki dari orang lain. Keterampilan ini melibatkan orang lain. Jadi, selain ketarampilan mengelola hal-hal yang berorientasi pada diri sendiri, untuk dapat meraih kebahagiaan kita juga memerlukan kerja sama dengan orang lain.

21. Latihlah kemampuan persuasi
Kemampuan persuasi merupakan kemampuan untuk memengaruhi orang lain, yang sangat diperlukan dalam sosialisasi. Dengan demikian, bukan hanya diri kita terus yang harus menyesuaikan diri dengan orang lain, tetapi kita juga dapat membuat orang lain agar menyesuaikan diri dengan kita. Sikap ini akan membuat suasana nyaman dan perasaan bahagia.

22. Usahakan mendengar dengan terbuka.
Menempatkan diri sebagai pendengar yang netral akan memberikan perasaan bahagia, karena kita merasa sebagai pihak yang dibutuhkan dan dipercaya.

23. Memiliki kemampuan menyelesaikan pendapat.
Kemampuan ini diperlukan dalam kehidupan kita dengan orang lain untuk mencapai kebahagiaan. Memiliki kemampuan memecahkan permasalahan akan mempermudah kita menghadapi segala situasi.

24. Galilah semangat kepemimpinan
Selain lebih mudah memimpin diri sendiri, memiliki semangat kepemimpinan juga mempermudah kita memimpin teman atau kelompok. Peranan ini pastilah melahirkan rasa percaya diri, kebanggaan, dan kebahagiaan.

25. Harus bisa bekerja sama
Ini adalah pesan kunci agar kita dapat hidup bahagia. Kita selayaknya selalu berusaha untuk bisa bekerja sama dengan orang lain, setidaknya dengan orang terdekat kita, yakni pasangan. Dengan bekerja sama, kita dapat mencapai sebuah tujuan, dan prestasi ini akan menghasilkan kebahagiaan.

TIPS MENJADI WANITA PALING BAHAGIA DI DUNIA

TIDAK ....!!! Bagi perbuatan yang dapat menyia-nyiakan umurmu, seperti senang membalas dendam dan berselisih dengan perkara yang tidak ada kebaikan di dalamnya.

TIDAK ....!!! Bagi sikap yang lebih mengutamakan harta benda dan mengumpulkannya, ketimbang sikap arif untuk menjaga kesehatanmu, kebahagiaanmu, dan waktu istirahatmu.

TIDAK ....!!! Bagi perangai yang suka memata-matai kesalahan orang lain, menggunjing aib orang lain (ghibah) dan melupakan aib diri sendiri.

TIDAK ....!!! Bagi perangai yang suka mabuk kepayang dengan kesenangan hawa nafsu, menuruti segala tuntutan dan keinginannya.

TIDAK ....!!! Bagi sikap yang selalu menghabiskan waktu bersama para pengangguran, dan memboroskan waktu berjam-jam untuk bergurau dan bermain.

TIDAK ....!!! Bagi perilaku acuh terhadap kebersihan dan keharuman tubuh, serta masa bodoh dengan tempat tinggal dan ketertiban lingkungan.

TIDAK ....!!! Bagi setiap minuman yang haram, rokok, dan segala sesuatu yang kotor dan najis.

TIDAK ....!!! Bagi sikap yang selalu mengingat-ingat kembali musibah yang telah lalu, bencana yang telah terjadi, atau kesalahan yang terlanjur dilakukan.

TIDAK ....!!! Bagi perilaku yang melupakan akhirat, yang lalai membekali dirinya dengan amal saleh untuk menyongsongnya, dan yang lengah dari peringatan tentang kedahsyatannya.

TIDAK ....!!! Bagi perangai membuang-buang harta benda dalam perkara-perkara yang haram, berlaku boros dalam perkara-perkara yang mubah, dan perilaku yang dapat memangkas perkara-perkara ketaatan.



YA... Untuk senyummu yang cantik, yang mengirimkan cinta, dan mengutus kasih sayang bagi orang lain.

YA... Untuk kata-katamu yang baik, yang membangun persahabatan dan menghapuskan rasa benci.

YA... Untuk sedekahmu yang dikabulkan, yang membahagiakan orang-orang miskin, menyenangkan orang-orang fakir, dan mengenyangkan orang-orang lapar.

YA... Untuk kesediaanmu duduk bersama Al-Qur'an seraya membaca, merenungi, dan mengamalkannya, sambil bertaubat dan beristighfar.

YA... Untuk kesediaanmu berdzikir, beristighfar, tenggelam dalam doa, dan senantiasa memperbaiki taubatmu.

YA... Untuk usahamu dalam mendidik anak-anakmu dengan agama, sunnah, dan nasihat yang bermanfaat bagi mereka.

YA... Untuk rasa malumu dan hijab (penutup aurat) yang diperintahkan Allah, karena hanya itulah cara untuk menjaga dan memelihara dirimu.

YA... Untuk pergaulanmu dengan wanita-wanita yang baik dan takut kepada Allah, mencintai agama dan menghormati nilai-nilainya.

YA... Untuk baktimu terhadap orangtua, silaturahim pada saudaramu, menghormati tetangga, dan menyantuni anak-anak yatim.

YA... Untuk membaca sesuatu yang bermanfaat dengan menelaah buku yang menarik dan berfaedah, buku yang menyenangkan dan memberi tuntunan

Tips mengawali hari dengan bahagia




1. Mulailah dari malam hari.
Kita tak bisa berharap bangun dengan segar jika di malam harinya tak cukup tidur nyenyak. Hari esok yang cerah dimulai dari malam ini. Bila anda masih mempunyai masalah, yakinlah masih ada waktu esok untuk menyelesaikannya lebih baik lagi. Malam ini, beristirahatlah sebaik-baiknya. Jangan lupa berdoa dan berbaringlah dengan menghadap kanan. Konon, tidur menghadap sebelah kanan akan bermimpi indah.

2. Bangun pagi lebih pagi.
Bangunlah lebih pagi daripada terbitnya matahari. Jumpai keheningan dan kesunyian. Pagi buta adalah saat yang tepat untuk menemukan sisi damai dalam diri anda. Udara pagi yang masih segar membuat pikiran semakin fresh dan mengakibatkan pikiran teraliri energi positif.

3. Damaikan pikiran dan tentramkan jiwa
Jangan terburu melakukan aktivitas. Resapi saja suasana pagi yang damai ini. Berdoa,sampaikan syukur atas hidup yang masih diberikan pada kita pada Tuhan. Rilekskan badan dan lakukan olahraga ringan.

4. Segarkan tubuh.
Minum air. Hirup aroma tea atau kopi yang menyegarkan. Berjalan-jalanlah keluar. Pompa udara banyak-banyak ke dalam paru-paru. Mandi dengan air segar. Bersihkan tubuh baik-baik. Tetaplah mengingat janji anda tadi pagi untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi semesta hari ini.

5. Dapatkan sarapan secukupnya.
Isi perut anda secukupnya. Sarapan yang baik adalah modal untuk kebugaran tubuh anda sepanjang hari. Jangan asal kenyang, namun cukupkan kebutuhan energi dan gizi. Minum susu dengan sereal bergizi sudah cukup untuk persediaan energi anda sampai siang nanti.

6. Sapalah orang-orang yang anda jumpai.
Terbarkan senyum. Tak peduli apakah matahari bersinar cerah atau mendung menggayut, sapalah orang-orang yang anda jumpai. Tanyakan kabar mereka, maka jangan terkejut jika mereka pun akan membalas senyum anda.

7. Jangan mengeluh
Apa pun yang terjadi, entah itu hari hujan, jalanan macet, kereta datang terlambat, kendaraan mogok, atau apa pun yang terjadi, terimalah semua itu apa adanya. In everything, give thanks. Lakukan semuanya dengan hati senang.

8. Hidupkan Musik
Bakal ngembalikin energi kamu lagi. dengan lagu yang energik otak kamu akan terasa refresh dari sebelumnya yang bisa merubah moodmu jadi bagus . menjadikan proses belajar, bekerja, berpikir pun jadi lancar .