1. Kenali emosi=emosi di dalam diri
sendiri
Usahakan mengenali sebanyak mungkin jenis emosidi di dalam diri kita.
Kemudian coba kenali tanda-tandanya bila kita sedang mengalaminya, misalnya
emosi senang, bahagia, marah, kecewa, sedih, curiga. Semakin banyak jenis emosi
kita sendiri yang kita kenali, akan semakin membantu kita mengelolanya.
2. Kenali kekuatan dan keterbatasan
diri kita
Mungkin pengaruh budaya timur yang mengajarkan agar kita rendah hati,
membuat kita tidak berani mengemukakan kelebihan atau kekuatan diri. Kadang
malah membuat kita rendah diri, bukan lagi rendah hati. Kita hanya terfokus
pada keterbatasan dan kekurangan kita, tanpa mencoba melihat kelebihan dan
kekurangan diri kita. Kita enggan mengakui kekuatan-kekuatan kita sendiri,
karena takut dianggap sombong. Sebenarnya, yang terpenting adalah keseimbangan
dalam melihat dan menerika diri kita, bahwa selain keterbatasan pastilah kita
punya kekuatan atau kelebihan.
3. Kenali hal-hal yang kita sukai dan
tidak kita sukai
Hal-hal yang kita sukai dapat membantu untuk mengembangkan minat kita,
sedangkan yang tidak kita sukai dapat membantu kita menghindari ketidaknyamanan
yang mungkin timbul yang pada akhirnya menyebabkan ketidakbahagiaan.
4. Kembangkan keyakinan akan
kemampuan diri sendiri
Dengan memiliki kemampuan kita, kita bisa mengembangkan sikap menghargai
diri sendiri, yang juga sangat penting untuk mencapai hidup bahagia.
5. Latihlah dan pertajam intuisi
Intuisi atau suara hati dapat menjadi alat bantu kita bila kita berada dalam
situasi tidak menentu, sehingga kita dapat mengambil keputusan yang tepat. Dengan
pengenalan diri yang baik, maka intuisi dapat berkembang baik pula.
Self-management (kemampuan mengelola keadaan dalam diri serta mengolah
sumber daya sendiri). Setelah mengenal siapa diri kita, kita perlu
mempersenjatai diri dengan manajemen diri yang baik.
6. Kelola emosi
Hal lain yang mempermudah kita meraih hidup bahagia adalah kemampuan
mengelola emosi di dalam diri kita, termasuk emosi negatif dan dorongan
negatif. Marah, misalnya, termasuk salah satu emosi yang kita miliki, yang
sampai batas tertentu adalah positif. Tetapi bila dilepaskan di sembarang
tempat dan waktu, tentu akan berakibat negatid buat diri kita. Di sinilah
pentingnya kemampuan mengelola emosi.
7.
Jaga norma-norma kejujuran dan
integritas
Kita akan bahagia bila bisa jujur pada diri sendiri dan orang lain. Dengan
mampu tampil apa adanya, akan lebih mudah bagi kita untuk merasa bahagia,
karena kita tidak harus berpura-pura di hadapan orang lain.
8. Bertanggung jawab atas kinerja
pribadi
Sikap sebagai pribadi yang bertanggungjawab akan menjadikan kita sosok yang
dapat diandalkan, yang membuat orang lain memberikan respek atau penghargaan.
Hal ini tentu membanggakan dan membahagiakan.
9. Bersikaplah luwes terhadap
perubahan
Kalau kita sudah mengenali diri sendiri dan mampu mengelolanya, tentunya
sikap luwes akan terpancar dari dalam diri kita. Keluwesan beradaptasi terhadap
segala perubahan akan membawa kita kepada pergaulan yang menyenangkan, sehingga
kita bisa diterima di banyak kalangan dalam masyarakat.
10. Bersikaplah terbuka
Terhadap ide-ide serta informasi baru. Dengan bersikap terbuka, kita dapat
senantiasa mengikuti perkembangan zaman. Kondisi ini jelas akan membuat kita
merasa bahagia berada di tengah orang-orang yang mengikuti perkembangan zaman.
Motivation (dorongan dari dalam diri pribadi). Bermanfaat untuk memandu kita
mencapai sasaran atau tujuan.
11. Hidupkan dorongan untuk menjadi
lebih baik
Dorongan untuk senantiasa menjadi lebih baik daripada sebelumnya akan dapat
menjadikan kita terus bergerak dan berkarya. Dengan demikian, hidup kita akan
lebih berwarna, tidak monoton dan membosankan.
12. Tumbuhkan dorongan
Untuk menyesuaikan diri dengan orang lainatau kelompok. Dorongan ini akan
membantu kita menghadapi orang lain atau kelompok dengan kebutuhan yang
berbeda-beda. Di sini diperlukan kemampuan khusus yaitu bagaimana kita bisa
mengelola diri untuk bisa menyesuaikan diri dengan keinginan tanpa kehilangan
jati diri.
13. Ingatlah, kesempatan tidak datang
dua kali
Dengan memiliki dorongan dalam diri kita, kita senantias mempunyai kesiapan
untuk memanfaatkan setiap kesempatan. Hal ini berguna untuk melatih kepekaan
terhadap datangnya setiap kesempatan yang tidak akan berulang. Sehingga tidak
akan timbul kekecewaan yang dapat menghambat tercapainya hidup bahagia.
14. Miliki kegigihan dalam
mengalahkan hambatan
Dengan memiliki kegigihan hambatan tidak akan dipandang hanya sebagai
hambatan. Namun kita melihatnya sebagai tantangan, sehingga akan kita
perjuangkan seoptimal mungkin dengan perasaan sukacita.
15. Pupuklah kemampuan untuk bangkit
Tidak semua usaha mendatangkan kebahagiaan. Namun bila dorongan di dalam
diri berkembang optimal, maka kita akan mampu senantiasa bangkit dari
kegagalan, mampu melihat hambatan sebagai tantangan dan harus terus berjuang
dalam usaha meraih kebahagiaan.
Empathy (kesadaran akan perasaan, kepentingan dan keprihatinan orang lain).
Setelah kita mengenali diri kita. untuk mencapai kebahagiaan kemampuan
mengenali orang lain.
16. Berjuanglah memahami orang lain
Untuk mencapai kebahagiaan kita perlu mengembangkan sikap toleransi. Salah
satunya adalah memehami orang lain. Jangan kita memaksa orang lain memahami
diri kita, sedangkan kita enggan memahami orang lain.
17. Ikutlah berperan serta membangun
orang lain.
Hal ini meliputi memberi nasihat, bantuan, bimbingan, dan pelatihan yang
diperlukan orang lain. Dengan membangun orang-orang yang berhasildan
berprestasi dalam hidupnya dan ini tentu menimbulkan rasa bahagia.
18. Terbuka untuk melayani orang lain
Melayani berarti memiliki kasih dan perhatian terhadap orang-orang yang kita
layani. Kasih itu terwujud dalam bentuk kepedulian akan kebutuhan, kepentingan,
impian, dan harapan orang lain. Dengan melayani, kita merasa bahagia, karena
munculnya kesadaran akan rahmat Tuhan di dalam hidup kita.
19. Asahlah empati
Kita dapat melakukannya antara lain dengan cara menciptakan
kesempatan-kesempatan melalui pergaulan dengan berbagai macam orang. Dengan
tidak membatasi diri dalam bergaul, maka kemampuan berempati akan semakin cepat
berkembang, dan ini akan mendatangkan kebahagiaan karena keberhasilan di dalam
pergaulan.
20. Berusaha memahami keterikatan
emosional dalam suatu kelompok.
Dengan memahami hal ini, kita lebih bisa menempatkan diri dalam suatu
kelompok, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. bahkan mungkin kita bisa
bertindak sebagai penengah di antara dua pihal yang sedang berselisih paham.
Tentulah pengalaman menghadirkan kedamaian ini akan mendamaikan hati kita dan
membawa kebahagiaan.
Social skills (keterampilan bersosialisasi). Ketrampilan sosial ini mencakup
pula kemahiran menggugah tanggapan yang dikehendaki dari orang lain.
Keterampilan ini melibatkan orang lain. Jadi, selain ketarampilan mengelola
hal-hal yang berorientasi pada diri sendiri, untuk dapat meraih kebahagiaan
kita juga memerlukan kerja sama dengan orang lain.
21. Latihlah kemampuan persuasi
Kemampuan persuasi merupakan kemampuan untuk memengaruhi orang lain, yang
sangat diperlukan dalam sosialisasi. Dengan demikian, bukan hanya diri kita
terus yang harus menyesuaikan diri dengan orang lain, tetapi kita juga dapat
membuat orang lain agar menyesuaikan diri dengan kita. Sikap ini akan membuat
suasana nyaman dan perasaan bahagia.
22. Usahakan mendengar dengan
terbuka.
Menempatkan diri sebagai pendengar yang netral akan memberikan perasaan
bahagia, karena kita merasa sebagai pihak yang dibutuhkan dan dipercaya.
23. Memiliki kemampuan menyelesaikan
pendapat.
Kemampuan ini diperlukan dalam kehidupan kita dengan orang lain untuk
mencapai kebahagiaan. Memiliki kemampuan memecahkan permasalahan akan mempermudah
kita menghadapi segala situasi.
24. Galilah semangat kepemimpinan
Selain lebih mudah memimpin diri sendiri, memiliki semangat kepemimpinan
juga mempermudah kita memimpin teman atau kelompok. Peranan ini pastilah
melahirkan rasa percaya diri, kebanggaan, dan kebahagiaan.
25. Harus bisa bekerja sama
Ini adalah pesan kunci agar kita dapat hidup bahagia. Kita selayaknya selalu
berusaha untuk bisa bekerja sama dengan orang lain, setidaknya dengan orang
terdekat kita, yakni pasangan. Dengan bekerja sama, kita dapat mencapai sebuah
tujuan, dan prestasi ini akan menghasilkan kebahagiaan.