Kalau kau ingin tahu apa cinta itu, katakan pada dirimu sendiri. Siapa yang kau cinta itu. Apa kau mencintainya karena "Siapa Dia", atau karena "Dia Apa Adanya".
Aku mengerti. Sekarang aku paham. Ketika aku mencintai seseorang karena "Siapa Dia", aku tak akan bisa menerima segala kekurangannya ketika ia mulai menampakkannya. Aku hanya mencintaimu, karena kau adalah Anak Presiden, karena kau seorang yang kaya, karena kau punya segalanya. Misalnya. Dan ketika kau miskin, ketika kau hilang dari segala kelebihanmu, aku tak akan lagi punya cinta itu.
Bayangkan bila itu terjadi, tentu saja aku akan meninggalkanmu.
Dan kini, aku bisa tahu. Aku bisa tahu mana rasa ketulusan itu. Bukan hanya "Siapa Dia", melainkan apa yang ia punya, dan ia berikan, aku bisa menerima dan melengkapi segala kekurangan itu.. Baiknya aku bersamamu. Seseorang yang mampu ku hormati, dan seseorang yang dapat melengkapi segala kebahagiaanku. Seseorang yang bukan hanya memberiku banyak hal, tapi juga mengerti segala hal.
Lebih baik bersamamu. Ketika kau punya segala kelebihan, dan menutup kelebihanmu pada kekuranganku. Atau sesuatu yang tidak hanya menyangkut materi apa yang telah kau berikan, tapi kebahagiaan yang bisa kita bagi, dan kesedihan yang bisa kita pikul berdua.
Bukankah hakikat cinta itu kita mulai bersama mulai dari nol dan mengukir semua cerita yang membuatnya indah.
Bukankah itu...
Harapanku tidaklah berlebih... aku hanya ingin diijinkan mencintai dia yang apa adanya itu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar