Lagi lagi day dreaming
Kalau bukan karena apa yang kuyakini sejak lama bahwa mimpi itu tak akan menjadi sia-sia selama kemauan dan doa itu tetap bergema. Dan setiap ujung hidupku ini terukir mimpi itu, terpatri sejak lama... tersimpan, tanpa terjamah. Aku pun enggan. Kuanggap tak ada guna aku mengukir mimpi kalau masa depan ini nyata-nyata sudah terpampang di depan mata. Sudah digariskan, direncanakan, bahkan bukan tanganku yang melakukan. Tapi seseorang hadir begitu saja. Tanpa permisi, tanpa mengetuk pintu. Seperti hantu yang show up, mengagetkanku, memutar balikan hidupku, menjungkir balikannya 180 derajat. Apa-apa saja yang sudah tertata dalam barisannya, dalam tempatnya, ditiupkan badai hingga porak poranda. Susunan rapi itu sekarang berantakan. Dan dalam hingar bingar kejutan hidup ini, aku menemukan mimpi yang terpatri sejak lama itu. Ia-nya tiba-tiba hadir. Meskipun tidak langsung menawarkan mimpi. Tapi kisahku, kisahnya, sama seperti apa yang pernah aku cita-citakan.
Hidup dengannya serasa punya tujuan. Hidup dengannya seperti mengembalikan mimpi. Bahwa mimpi itu harusnya tidak stagnan. Mimpi itu segala hal yang dituju. Tempat dimana kita berjuang keras meraihnya, tempat dimana kita jatuh bangun memohon doa, dan bersuka cita kala itu semua sudah terwujud. Tanganku tidak bisa menuliskan apa-apa tanpa pikirannya, tanpa campur tangannya., tanpa tindak-tanduknya yang kadang aneh, gila, menyebalkan.
Kesegalanya, meskipun ia memporak-porandakan tatanan itu, perlahan ia mengajari bagaimana menyusun tatanan itu secara baik, tapi tetap menyenangkan. Seperti memasang kembali puzzle-puzzle, tentang tujuan hidup, tentang impian, cita-cita... tentang pahit dan kerasnya perjuangan, tentang sakitnya air mata, tentang cinta kasih Tuhan yang begitu luas, begitu besar.
Menjalankan hidup tanpanya memang tidak mudah. Semua tak akan lagi sama, semua tak akan lagi seimbang. Seperti burung kehilangan separuh kepakan sayapnya. Seperti jasad tanpa nyawa. Diam, mati, tidak ada lagi tujuan.
Betapapun rumitnya kisah ini... semuanya akan menjadi abadi dalam tulisan. Semoga.
Menjalankan hidup tanpanya memang tidak mudah. Semua tak akan lagi sama, semua tak akan lagi seimbang. Seperti burung kehilangan separuh kepakan sayapnya. Seperti jasad tanpa nyawa. Diam, mati, tidak ada lagi tujuan.
Betapapun rumitnya kisah ini... semuanya akan menjadi abadi dalam tulisan. Semoga.
Menjalankan hidup tanpanya memang tidak mudah. Semua tak akan lagi sama, semua tak akan lagi seimbang. Seperti burung kehilangan separuh kepakan sayapnya. Seperti jasad tanpa nyawa. Diam, mati, tidak ada lagi tujuan.
Betapapun rumitnya kisah ini... semuanya akan menjadi abadi dalam tulisan. Semoga.
Betapapun rumitnya kisah ini... semuanya akan menjadi abadi dalam tulisan. Semoga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar